Yusril Berharap Uji Materi UU Pilpres Segera Dikabulkan MK

Filed under: HOTNEWS,POLHUKAM |
Yusril Ihza Mahendra/Berita77.com(Ridwan)

Yusril Ihza Mahendra/Berita77.com(Ridwan)

Berita77.com – Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan jika UU No.42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dikabulkan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi yang diajukannya, menurut Yusril akan terjadi perubahan politik yang besar di Indonesia.

“Perubahan politik yg besar di thn 2014 akan terjadi jika Mahkamah Konsitusi segera mengabulkan uji materil UU Pilpres yg saya ajukan,” ujar Yusril di twiteernya @Yusrilihza_Mhd, Rabu (1/1/2014).

Dengan dikabulkannya uji UU Pilpres, kata Yusril, maka Pemilu DPR, DPRD, DPD dan Presiden/Wakil Presiden akan diadakan serentak pada hari yang sama. KPU, kata dia, dapat mengundurkan pemilihan legislatif bulan April bersamaan dengan pemilihan presiden di bulan Juli 2014.

“Dengan pengunduran Pileg menjadi bersamaan dengan Pilpres, maka kualitas Pemilu kita akan lbh baik. Partisipasi pemilih akan lebih tinggi,” kata Ketua Dewan Syuro PBB ini.

Yusril berpendapat, KPU takkan alami kesulitan teknis menyelenggarakan Pileg dan Pilpres bersamaan. Biaya pemilu dapat dihemat separuh dan digunakan untuk rakyat. Presiden SBY, kata dia, anggap tidak masalah Pemilu serentak. “Partai Demokrat katanya, siap laksanakan jika MK putuskan demikian,” ungkap mantan Menkumham ini.

Ia mengunkapkan, hanya Partai Golkar dan PDI Perjuangan yang tidak mau Pemilu serentak. Yusril menyebut kedua partai tersebut dalam keadaan status quo, hanya memikirkan kepentingan sendiri dan anti perubahan. Dengan Pemilu serentak, kata dia, demokrasi sesungguhnya akan menjadi nyata, kedaulatan rakyat akan menggantikan oligarki politik Golkar dan PDIP.

“Dengan Pemilu serentak, maka parpol akan calonkan pasangan capres/cawapres mereka sekarang juga, sebelum Pemilu. Maksimum hanya akan ada 12 pasangan capres/cawapres, bahkan bisa kurang dari jumlah itu,” imbuh Calon Presiden dari Partai Bulan Bintang (PBB) ini.

Mencalonkan capres/cawapres, kata dia, bukan hak monopoli Golkar dan PDIP dengan calon yang itu-itu saja, hak monopoli tidak ada dalam demokrasi. Demokrasi, kata dia, mengedepankan asas persamaan antara semua parpol. “Jangan biarkan Golkar dan PDIP jadi tirani mayoritas yang dipaksakan,” sindirnya.

Kalau Pileg dan Pilpres diadakan serentak, kata dia, perubahan benar-benar akan terjadi. Partai besar bisa saja jadi partai kecil dan sebaliknya. Kalau rakyat memilih presiden dan wakil rakyat bersamaan, kata dia, maka rakyat akan pilih presiden dan partai secara bersamaan pula.

Kecenderungannya, kata dia, jika rakyat pilih Megawati atau Aburizal Bakrie sebagai Presiden, rakyat juga akan pilih PDIP dan Golkar. Demikian juga jika rakyat pilih Yusril sebagai Presiden, rakyat juga cenderung akan pilih PBB untuk legislatif. “Itulah yg saya maksud Pemilu serentak akan menciptakan perubahan politik yg besar melalui cara demokratis dan damai,” jelasnya.

WDM

2 Responses to Yusril Berharap Uji Materi UU Pilpres Segera Dikabulkan MK

  1. Bravo

    Muhammad Ridwan
    January 1, 2014 at 11:39 am

  2. Mantab….

    wijaya mappasomba
    January 1, 2014 at 5:42 pm