DPR Antisipasi Kenaikan Kurs Dollar

Filed under: EKONOMI,HOTNEWS |
Anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo (ist)

Anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo (ist)

Jakarta, Berita77.com – Kinerja DPR kembali menjadi sorotan publik. Setelah Badan Urusan Rumah Tanggar (BURT) akan melakukan studi banding ke Jerman untuk meninjau pembangunan gedung baru DPR, kini lembaga wakil rakyat itu mengajukan kenaikan anggaran kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri sebesar Rp 141,9 miliar.

Pengajuan anggaran ini lebih besar dari anggaran tahun ini yakni sebesar Rp 201,7 miliar. Sementara saat ini DPR menganggarkan Rp 343,6 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negeri (RAPBN) 2018.

“Kenaikan anggaran kunker luar negeri salah satunya dikarenakan mengantisipasi kurs dolar yang fluktuatif,” kata ‎Anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo seperti dilansir UCnews.com, Jumat (1/9/2017).

Sartono mengatakan, kunker tersebut bertujuan memperkuat diplomasi hubungan internasional Indonesia. “Bisa juga sebagai antisipasi kedepan banyak dinamika global, permasalahan-permasalahan internasional yang perlu peran Parlemen,” ujarnya.

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) dari Fraksi Partai Demokrat ini mencontohkan forum-forum internasional yang membutuhkan peran Indonesia. “Seperti forum ASEAN Inter ParliamentaryAssembly (AIPA) , World Trade Organization (WTO), ‎menghadiri World Parliamentary Forum on Sustainable Development dan lainnya,” paparnya.‎

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengaku tidak mengetahui kenaikan anggaran kunker luar negeri ini. “Saya belom tahu tuh. Setahu saya di komisi tidak ada kenaikan dana kunjungan ke luar negeri. Masih sama dengan tahun lalu,” kata Abdul Kharis.

Meski demikian, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini tidak mempermasalahkan kenaikan anggaran ini. “Tidak apa-apa soal angkanya,” ujarnya.